asdasdasd
Latest News

Jong Chun Gun: Kami tidak Ingin Seperti Afghanistan dan Irak

Rabu, 17 Februari 2010 , Posted by hackim at 08.26


Ketua DPR RI Marzuki Ali, Senin (17/2), pukul 11.00 WIB menerima Duta Besar Korea Utara Jong Chun Gun di ruang kerja Ruang Tamu Ketua DPR RI Gd. Nusantara III lt. 3. Pada kunjungan tersebut, Marzuki didampingi Razif, staf ahli Ketua DPR RI.

Dalam kesempatan ini, Jong Chun Gun mengucapkan selamat atas terpilihnya Pimpinan Ketua DPR RI yang baru serta berharap hubungan persahabatan kedua negara tetap berjalan lancar.

Menurut Jong Chun Gun, hubungan persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara sudah berlangsung sejak lama dan berharap Indonesia dapat terus meningkatkan hubungan persabahatan dengan Korea Utara. Ia berharap, hubungan kedua negara ini dapat terus berkembang layaknya bunga Kim Sung—jenis bunga anggrek yang diberikan oleh Presiden Soekarno dan sudah diriset serta dikembangbiakan—yang dijadikan sebagai lambang persahabatan.

Menganggapi hal itu, Ketua DPR Marzuki Ali yakin hubungan akan baik karena melihat hubungan sebelumnya, Indonesia-Korut-Cina, yang sudah lama masih tetap terjalin. Saat ini, kedua negara sudah melakukan kerja sama di berbagai forum internasional, misalnya dalam bidang HAM dan Gerakan Non Blok.

Jong Chun Gun bercerita mengenai kondisi negaranya kepada Marzuki, Ketua DPR RI. Saat ini, Korea Utara sedang fokus di bidang militer dan pembangunan nasional.
Jong Chun Gun menjelaskan bahwa kekuatan militer ini disiapkan Korea Utara sebagai bentuk pertahanan diri untuk mengantisipasi serangan nuklir dari Amerika Serikat.

“Bukan untuk menyerang negara lain seperti yang diberitakan oleh media massa,” sanggahnya. “Kami tidak ingin seperti di Afghanistan dan Irak. Kami hanya ingin mempertahankan harga diri kami dan kedaulatan negara kami,” ujar Jong Chun Gun.
Ia berharap, Pimpinan DPR RI dapat berkunjung ke sana untuk melihat kenyataan yang ada dan melihat perubahannya sehingga tidak terhasut oleh media asing.

Sampai saat ini, situasi di Semenanjung Korea masih dalam keadaan berperang dengan AS. Garis perbatasan di Korea Utara-Korea Selatan saat ini dijaga oleh tentara AS. Untuk menghadapi itu, jaminan keamanan Korea Utara adalah keseimbangan militer untuk mempertahankan kedaulatan. “Sebenarnya, Kalau AS mau bekerja sama, Korea Utara pasti akan merespon dengan baik. Kami juga tidak mau bermusuhan,” ujarnya.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar